Ultimate magazine theme for WordPress.

LED dan Resistor Pembatas Arus

6

Jika kita berhubungan dengan LED, kita akan diingatkan oleh setiap orang bahwa kita membutuhkan sebuah resistor pembatas arus tapi sebagian besar dari mereka tidak akan mengatakan alasannya.

Pada tulisan kali ini saya akan berusaha menunjukkan mengapa menggunakan resistor pembatas arus dalam mencatu LED adalah sebuah ide bagus. Dan kapan kita aman untuk mencatu LED tanpa menggunakan resistor apapun.

LED dengan resistor pembatas arus

Jika kita melihat datasheet dari LED kita akan tahu bahwa grafik karakteristiknya tidaklah linear. Sebuah LED pada prinsipnya sama dengan diode yang merupakan sebuah semikonduktor – yang tentu berperilaku berbeda dibandingkan resistor

Jika kita menerapkan tegangan tertentu pada resistor kita akan dapat menghitung arus  dengan rumus

I = V/R

Contoh : I= 5Volt/100Ohm=50mA

Tentu saja hal serupa tidak akan berlaku pada LED karena LED tidak berkerja seperti halnya resistor yang linear. Jika kita melihat grafik diatas, kita dapat menaikkan tegangan dari 0 Volt hingga 1,6 Volt tanpa tanpa menghasilkan sebuah arus yang berarti, namun setelah itu penambahan sedikit tegangan kepada dioda akan menghasilkan arus sehingga meyebabkan LED menyala. Ini dikarenakan tegangan pada nilai tersebut merupakan tegangan forward yang dibutuhkan untuk membuka gerbang PN. Tegangan forward untuk LED biasanya bernilai 1,7 hingga 2,2 Volt.

Setelah melampaui tegangan forward, perubahan kecil pada LED akan menghasilkan perubahan  besar dalam arus forward. Datasheet biasanya menetapkan nilai absolute maximum rating untuk IF pada nilai 25 mA. Jika kita menerapkan tegangan yang menghasilkan arus yang lebih besar dari nilai absolut maksimum tersebut maka LED tersebut akan rusak.

Sehingga adalah penting untuk tetap membatasi arus pada LED, karena jika kita langsung mencatu LED dengan tegangan 5V langsung dari catu daya, maka itu sama saja kita  membakar LED tersebut. Arus yang besar akan merusak gerbang PN. Itu adalah sebab utama mengapa resistor pembatas arus digunakan

Asumsikan kita memiliki LED dengan maximum rating IF : 25mA pada VF : 2,1 Volt (nilai Vf  didapatkan dari grafik diatas). Jika kita ingin menggunakan catu daya 5 Volt, maka kita harus menggunakan resistor untuk mendisipasi 2,9 Volt sisanya. Sehingga nilai resistor yang dibutuhkan adalah

R = V/I = (5 Volt – 2,1Volt)/25mA =116 Ohm

Untuk amannya, kita menggunakan resistor dengan resistansi 120 Ohm atau lebih besar lagi 150 Ohm.Sehingga dengan cara tersebut kita tidak mencatu LED pada nilai maximum rating-nya. Jika kita memilih menggunakan arus 20 mA maka tegangan yang digunakan adalah 2 Volt sehingga nilai resistor yang digunakan

R = V/I = (5 Volt – 2Volt)/20mA =150 Ohm

Baiklah, 150 ohm tampaknya merupakan nilai yang tepat. Untuk keamanan kita juga perlu mengetahui disipasi daya yang bisa didapatkan dari

P = V*I = 3Volt*2Volt =60 mW

Sehingga, kita bisa memilih resistor dengan resistansi 150 ohm dan rating daya ¼ watt.

Resistor Tanpa Pembatas Arus

Sebelumnya, kita harus mengerti, mengapa kita ingin menyingkirkan resistor dalam rangkaian kita? Ada dua alasan yang pokok. Pertama resistor membuang energi, karena resistor merubah energi listrik menjadi panas padahal kita menginginkan agar energi listrik tersebut diubah menjadi cahaya LED. Hal kedua  yang tak kalah penting adalah dengan menghilangkan resistor kita akan mengurangi jumlah komponen yang berarti harga rangkaian akan lebih murah dan setidaknya kita juga akan menghemat ruang dalam PCB.

Ada dua cara untuk mem-bypass resistor. Cara pertama dengan menggunakan tegangan yang lebih kecil. Jika kita bisa untuk menggerakkan rangkaian kita dengan tegangan yang sama dengan tegangan forward LED maka –sempurna – tidak ada resistor yang dibutuhkan.

Metode lain yang digunakan adalah dengan menggunakan Modulasi Lebar Pulsa atau Pulse Width Modulation (PWM) yang berarti kita menswitch LED bergantian hidup dan mati. Jika kita melakukan switching dengan sangat cepat, maka mata kita tidak akan sanggup melihat peralihan hidup dan mati tersebut. Cara yang terakhir ini begitu rumit dan panjang sehingga tidak akan dijelaskan di sini.

Pada akhirnya dalam beberapa kasus tertentu, adalah aman jika kita menggunakan LED tanpa pembatas arus sama sekali. Disinilah perlunya melihat lebih dekat spesifikasi sebuah komponen sehingga dapat menjadi pertimbangan kita dalam merancang sebuah rangkaian elektronika

Taken From : http://wp.me/p96zn-dk

6 Comments
  1. […] September 2010 oleh BEY Tinggalkan sebuah Komentar Pada tulisan sebelumnya tentang LED dan Resistor Pembatas Arus, telah dijelaskan bagaimana cara menghitung resistor pembatas arus yang  akan kita gunakan untuk […]

  2. […] Pertama – tama yang perlu diingat adalah janganlah mencatu LED tanpa sebuah resistor. Karena tanpa resistor, arus yang mengalir pada dioda akan berlebih sehingga itu dapat membakar  LED anda seketika. Lebih lengkapnya silahkan baca tulisan sebelumnya tentang LED dan Resistor Pembatas Arus […]

  3. […] Pertama – tama yang perlu diingat adalah janganlah mencatu LED tanpa sebuah resistor. Karena tanpa resistor, arus yang mengalir pada dioda akan berlebih sehingga itu dapat membakar  LED anda seketika. Lebih lengkapnya silahkan baca tulisan sebelumnya tentang LED dan Resistor Pembatas Arus […]

  4. arton says

    klo saya baca tulisan anda yang ada di http://elektronika.ruangtedy.net/2010/10/03/vcc-untuk-mikrokontroler-anda-2/

    anda menempatkan resitor di sesudah LED. Sementara di artikel di atas anda meletakan resistor sebelum LED.
    Apakah tujuannya tetap sama ? Sementara bila kita menempatkan resistor sesudah LED itu sama artinya merusak LED karena tidak adanya arus yang membatasi ? Kira” betul tidak pendapat saya ya ? 😀

    1. Tedy says

      resistor sesudah atau sebelum led akan mengasilkan hal yang sama yakni membatasi arus… I=V/R
      silahkan dipraktekan…dan ukur dengan voltmeter, atau coba di electronic workbench atau proteus

  5. Wildan Wahyu Maharobig says

    Permisi mau tanya gan, Apakan LED itu juga punya nilai resistor ?

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: